MOJOKERTO – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur irigasi. Salah satunya dengan melaksanakan proyek pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi primer dan sekunder di daerah irigasi seluas di bawah 1.000 hektare yang berlokasi di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.
Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp2.147.999.000,00 dengan Nomor Kontrak 000.3/9068/416-103/2026. Pekerjaan mulai dilaksanakan pada 26 Juni 2026 dengan waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender. Pelaksana kegiatan adalah CV Prima Adi Jaya.
Pembangunan irigasi ini bertujuan meningkatkan kualitas jaringan pengairan agar distribusi air ke lahan pertanian menjadi lebih optimal. Dengan sistem irigasi yang lebih baik, diharapkan produktivitas pertanian masyarakat dapat meningkat sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Kutorejo.
Pelaksana lapangan dari CV yang enggan disebutkan namanya sebut saja inisial (HS)menyampaikan bahwa pekerjaan dilakukan sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Ia berharap proyek tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani di Desa Wonodadi.

“Kegiatan pembangunan proyek pengembangan irigasi di Desa Wonodadi ini semoga bermanfaat bagi masyarakat serta mampu mendukung kebutuhan air pertanian secara berkelanjutan,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).
Masyarakat setempat berharap proyek dapat diselesaikan tepat waktu sehingga jaringan irigasi segera dimanfaatkan pada musim tanam berikutnya. Keberadaan saluran irigasi yang memadai dinilai akan membantu kelancaran pengairan lahan, mengurangi potensi kekurangan air saat musim kemarau, serta meningkatkan hasil panen.
Dengan terlaksananya pembangunan ini, pemerintah daerah menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan infrastruktur pertanian sebagai upaya mendorong kesejahteraan petani dan memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan di Kabupaten Mojokerto.(Harry)














Leave a Reply