Mojokerto – Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur pertanian melalui pembangunan proyek pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi primer dan sekunder di Daerah Irigasi Desa Pekuwon, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Proyek tersebut mulai dikerjakan pada Rabu (15/7/2026) dan diharapkan mampu mendukung kebutuhan air bagi lahan pertanian di wilayah setempat.
Pekerjaan ini mencakup pengembangan serta pengelolaan jaringan irigasi pada daerah irigasi dengan luas di bawah 1.000 hektare dalam satu daerah irigasi. Proyek memiliki nilai kontrak sebesar Rp232.706.000,00 dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender.
Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada PT Graynenda Putra Karya, yang akan mengerjakan proyek sesuai dengan spesifikasi teknis dan jadwal yang telah ditetapkan. Kehadiran proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas saluran irigasi sehingga distribusi air ke lahan pertanian menjadi lebih lancar dan merata.

Supri selaku pelaksana proyek menyampaikan bahwa pembangunan tersebut merupakan salah satu upaya mendukung sektor pertanian agar semakin produktif. Menurutnya, ketersediaan jaringan irigasi yang baik akan memberikan manfaat jangka panjang bagi para petani.
“Semoga kegiatan pembangunan proyek pengembangan dan pengelolaan irigasi ini bisa bermanfaat bagi masyarakat tani dan warga sekitar, sehingga hasil pertanian dapat semakin meningkat,” ujar Supri.
Warga sekitar menyambut baik dimulainya pembangunan tersebut. Mereka berharap proyek dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat.
Dengan adanya pengembangan sistem irigasi ini, pemerintah diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui ketersediaan pasokan air yang lebih optimal sepanjang musim tanam.(Red/Tim)














Leave a Reply