Program MBG Kembali Disalurkan di Posyandu Teratai Kedunguneng, Warga Sambut Antusias

MOJOKERTO – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberwono, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, kembali dilaksanakan di Posyandu Teratai, Dusun Kedunguneng, Desa Kedunguneng, pada Senin (13/7/2026). Setelah sempat terhenti selama libur panjang sekolah, program tersebut kembali berjalan dan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.Selasa(14/7/2026)

Penyaluran MBG ditujukan bagi balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Kehadiran program ini dinilai mampu membantu keluarga memperoleh asupan makanan bergizi yang dibutuhkan untuk menunjang tumbuh kembang anak serta menjaga kesehatan ibu.

Sejak pagi, para penerima manfaat tampak mendatangi Posyandu Teratai untuk menerima paket makanan bergizi yang telah disiapkan petugas . Pelayanan berlangsung tertib dengan pendampingan kader posyandu

Salah seorang penerima manfaat, Fitri, ibu yang memiliki balita dan masih menyusui, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Menurutnya, program MBG sangat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak dan keluarganya.

“Alhamdulillah saya sangat senang dengan adanya makanan bergizi gratis ini. Semoga bisa terus bermanfaat untuk balita saya dan anak-anak lainnya,” ujar Fitri saat ditemui di Posyandu Teratai.

Warga berharap program MBG dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai desa. Selain membantu meringankan beban ekonomi keluarga, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi makanan bergizi sejak dini.

Melalui program MBG, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat sebagai bagian dari langkah pencegahan stunting dan upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, serta memiliki daya saing di masa depan. Program ini juga menjadi wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat hingga tingkat desa.(Bowo)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *