MOJOKERTO – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berupaya meningkatkan infrastruktur pertanian melalui pembangunan dan pengelolaan jaringan irigasi. Salah satunya proyek pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi primer dan sekunder pada daerah irigasi dengan luas di bawah 1.000 hektare yang berada di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.
Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp2.147.999.000,00 dengan Nomor Kontrak 000.3/9068/416-103/2026. Pekerjaan mulai dilaksanakan pada 26 Juni 2026 dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender. Pelaksana kegiatan adalah CV Prima Adi Jaya.
Pembangunan jaringan irigasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas sistem pengairan sehingga distribusi air menuju lahan pertanian dapat berjalan lebih optimal. Infrastruktur yang memadai diharapkan mampu menunjang kebutuhan air bagi petani sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Kutorejo.

Salah seorang warga, sebut saja Romin, mengatakan pekerjaan pembangunan irigasi tersebut saat ini sudah hampir selesai. Menurutnya, pekerjaan terlihat dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi teknis yang ditetapkan.
“Alhamdulillah, pekerjaan infrastruktur irigasi ini sudah hampir selesai. Saya berharap proyek tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani di Desa Wonodadi,” ujarnya, Sabtu (10/10/2026).
Masyarakat berharap pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga jaringan irigasi segera dimanfaatkan pada musim tanam berikutnya. Keberadaan saluran irigasi yang memadai dinilai dapat membantu kelancaran pengairan lahan serta mengurangi risiko kekurangan air saat musim kemarau.
Pembangunan tersebut diharapkan turut mendukung kesejahteraan petani dan perekonomian masyarakat pedesaan di Kabupaten Mojokerto.(Bowo)














Leave a Reply