MOJOKERTO — Beredarnya informasi melalui media sosial Facebook terkait dugaan permintaan bantuan kepada wali murid untuk keperluan revitalisasi pembangunan SDN Mojosarirejo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, mendapat tanggapan dari pihak sekolah.
Kepala SDN Mojosarirejo, Widya, membantah adanya penarikan dana kepada wali murid untuk membiayai program rehabilitasi maupun revitalisasi sekolah. Klarifikasi tersebut disampaikan dalam pertemuan yang dihadiri wali murid, paguyuban, ketua komite, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Kepala Desa Mojosarirejo.

Menurut Widya, informasi yang beredar di media sosial perlu dilihat secara utuh dan dikaitkan dengan hasil rapat paguyuban wali murid. Ia menilai tulisan yang beredar dapat menimbulkan persepsi seolah-olah pihak sekolah meminta atau menarik dana untuk pembangunan sekolah.
“Kalau terkait yang di Facebook itu tidak benar. Harus dilihat dulu dari hasil rapat paguyuban. Kalau saya lihat tulisannya, menurut saya tidak tepat kalau seolah-olah sekolah yang menarik dana untuk rehab,” ujar Widya.
Ia menegaskan, anggaran program revitalisasi SDN Mojosarirejo berasal dari pemerintah. Dengan demikian, pihak sekolah tidak menjadikan wali murid sebagai sumber pembiayaan pembangunan tersebut.
“Rehabilitasi dananya sudah murni dari pemerintah,” tegasnya.
Widya berharap pelaksanaan revitalisasi berjalan lancar, aman, dan amanah sehingga sarana serta prasarana sekolah menjadi lebih baik dan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan peserta didik.

Dalam pertemuan tersebut, persoalan informasi yang beredar di Facebook juga dibahas bersama. Setelah dilakukan klarifikasi dari pihak pemosting dan sekolah dan telah memperoleh kejelasan postingan tersebut dihapus dan dilanjutkan dengan foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan penyelesaian persoalan secara baik.(Red)















Leave a Reply