Dokar Wisata Alun-Alun Trunojoyo Sampang Banyak Diminati.

Foto : Ibu Ketua TP PKK Saat Menaiki Dokar di Sekitar Lokasi Alun-Alun Trunojoyo. Minggu, (8/1/2023)

Sampang||Angkatberita.com-Kehadiran Dokar Wisata di Alun-alun Trunojoyo Kabupaten Sampang semakin menambah kemeriahan dalam beriwisata di Kabupaten Sampang. Masyarakat yang berdatangan menikmati kemegahan alun-alun Trunojoyo menyempatkan diri mencoba merasakan berkeliling Icon baru di Kota Bahari itu dengan menggunakan dokar wisata yang merupakan sebuah inovasi baru bagi para dokar untuk menambah penghasilan.

Minggu, (8/1), dalam kesempatan itu Ibu ketua TP PKK Kabupaten Sampang Hj. Mimin Slamet Junaidi menyempatkan diri menaiki dokar di lokasi Alun-alun Trunojoyo untuk turun langsung menyapa masyarakat di Care Friday Jalan Wijaya Kusuma. Bahkan, dengan penuh keceriaan istri orang nomor satu di Kota Bahari itu nampak sumringah menaiki dokar di sambil menyapa masyarakat.

Ketua Paguyuban Dokar Trunojoyo kabupaten Sampang Arief Tirta mengatakan, moment hari ini merupakan moment kedua bagi Ibu Bupati kembali menyapa masyarakat dengan menggunakan dokar, setelah sempat sebelumnya menyapa masyarakat dengan menggunakan dokar di saat hari jadi Kabupaten sampang.

“Kami hanya berharap dokar bisa mewarnai alun-alun trunojoyo yang saat ini merupakan icon baru di Kabupaten sampang.” ujar pria yang juga merupakan sebagai pendiri Paguyuban Dokar Trunojoyo ini.

Menurutnya, pihaknya merasa bersyukur karena dokar wisata ini cukup diminati oleh masyarakat terlebih oleh Ibu Ketua TP PKK, moment kedua istri orang nomor satu di sampang dengan dokar itu membuatnya samakin lebih semangat untuk melestarikan warisan budaya ini dan menjadikan dokar sabagai wisata baru di Kabupaten Sampang.

“Yang terpenting adalah bagaimana paguyuban ini bisa membantu para dokar untuk menambah penghasilan, selama ini mereka hanya sekedar mangkal di pasar dan nyaris punah. Banyak pemilik dokar yang sudah beralih ke profesi lain sehingga dokarnya sudah banyak yang dijual. “Sambungnya.

“Dari sini kami berharap para pecinta dokar bisa kembali melestarikan warisan budaya ini dikabupaten sampang,” tandasnya.

Sambung dia, untuk dokar wisata pihaknya hanya memasang tarif Rp. 5ribu per orang dan itu berlaku bagi dokar wisata yang mangkal di Alun-alun Trunojoyo dengan rute hanya berkeliling seputar alun-alun.

“Dokar wisata yang sudah bergabung di paguyuban ditandai dengan slogan Sampang Hebat Bermatabat, dan dibekali kartu anggota dengan tarif Rp. 5000 per orang. Apabila ada yang memasang tarif Rp. 10.000 sampai Rp. 15.000 per orang maka itu bukan anggota dari paguyuban.” ucapnya.

Lanjut Arief menjelaskan, Paguyuban Dokar Trunojoyo merupakan binaan dari Disporabudpar, pihaknya bersama Disporabudpar akan sinergi dalam melestarikan warisan budaya yang sudah mulai hampir punah ini. Kedepan, pihaknya juga berencana akan membuka wisata atau latihan menunggang kuda, Kembali melestarikan Tradisi mantan toddhu’ dan Jheren Kenca’

“Semoga kami bisa terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan memberikan kontribusi untuk sampang hebat bermartabat.” pungkasnya.

Ditanya terkait kotoran kuda, pria dengan empat orang putra itu mengatakan paguyuban memiliki tim yang bertugas sesuai bidangnya, mulai dari tim perbengkelan dokar, hingga tim kebersihan yang bertugas mengontrol kotoran kuda setiap kali dokar mangkal maupun setelah mangkal. Dalam hal ini pihaknya berharap dokar betul-betul memberikan kesan baik pada masyarakat dengan tidak meninggal keresahan.

“Kami pastikan untuk dokar yang sudah tergabung di paguyuban tidak akan meninggalkan kotoran di jalan terlebih di alun-alun, sebab kencing kudapun kami siram agar tidak menimbulkan pencemaran udara.” ucapnya.

“Nah… yang jadi persolan yang tidak tergabung di paguyuban, mereka akan sulit terkontrol, mulai dari kotoran, tarif dan rute yang sering kali berlawanan arah. Kami sudah peringatkan agar menjaga kotoran kuda dan tidak berlawanan arah supaya tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.” tandasnya. (**)