DAK Tahun 2022 dikembalikan, Tornas PKB Kaur Gagal. Berikut Penjelasannya

DAK Tahun 2022 dikembalikan, Tornas PKB Kaur Gagal. Berikut Penjelasannya

BengkulullAngkatberita.com, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kaur di Tahun 2022 mendapat kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembelian Motor Dinas dan aseksoris-nya. Namun disayangkan anggaran ini harus dikembalikan.

Padahal Kendaraan operasional sangat krusial untuk mendukung program Bangga Kencana atau pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana (KB) di lapangan.

Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat untuk pembelian Motor Dinas sebesar Rp 200 juta lebih dan begitupun aseksoris-nya dianggarkan berkisar Rp 50 jutaan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kaur, Diraswan mengatakan, kendaraan dinas bagi PKB memang penting. Sebab penyuluh memiliki mobilitas yang tinggi di kecamatan untuk melakukan penyuluhan program Keluarga Berencana.

“Sepeda motor ini sangat krusial untuk mendukung program dan meningkatkan kinerja teman-teman di lapangan,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya (17/01/23).

Kegagalan ini diakibatkan dalam DPA Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kaur tidak tercantum airbrush dan box sehingga harus dikembalikan termasuk tornasnya,, jelas Diraswan

“Di DPA kita tidak memuat airbrush dan box, sehingga tidak bisa dibelanjakan dan harus dikembalikan”, jelasnya

Dalam keterangannya, juga menjelaskan ditahun 2013 ini untuk anggaran pembelian Alkes KB dan Saaptas, kosong.

Lebih lanjut, Diraswan menjelaskan sekaligus mengarahkan bahwa kegiatan ini sudah di-KPA-kan juga selaku PPK kepada Kepala Bidang DALDUK, Jum (panggilan keseharian) dan menyarankan awak media untuk menanyakan langsung dengan Kabidnya, terangnya kepada awak media dengan nada kesal.

Untuk memastikan penjelasan lebih lanjut, awak media mencoba menghubungi Kabid DALDUK di ruang kerjanya, namun tidak ada.

Sementara itu Kepala ULP, Dino Sulono RS saat ditemui diruang kerjanya membenarkan bahwa pengadaan tornas KB tidak jadi dilaksanakan.

“Mereka itu kalau untuk katalog, sudah tutup. Memang pada awalnya perencanaan harga Tornas sebesar Rp 39 juta tetapi dalam perubahan sebesar 31 juta, jadi sudah kami lakukan pencarian, tidak ada seharga itu. Dan, ini kemarin pihak Dinas terkait terlalu lamban menyampaikan kepada Kami walaupun sebenarnya Kami bantu. Karena waktu yang tidak memungkinkan lagi, baiknya jangan dilaksanakan”, jelas Dino

(Yayan)