MOJOKERTO – Terkait Isu keretakan internal yang dikabarkan menerpa Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Garda Sakera mendapat jawaban dari jajaran pengurus dan anggota. Hal itu ditunjukkan melalui rapat rutin bulanan yang digelar di kediaman Rumah Joko alias Mr. Jack, kawasan Manduro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Minggu (18/10/2026).
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain mengevaluasi kegiatan organisasi selama sebulan terakhir, para peserta juga membahas sejumlah langkah strategis terkait pendampingan masyarakat dan persoalan hukum di wilayah Mojokerto dan sekitarnya.
Penasihat hukum YLBH Garda Sakera, Hadi Subeno, S.H., M.H., menegaskan bahwa lembaga tersebut masih utuh dan solid. Menurutnya, seluruh pengurus dan anggota tetap memiliki visi serta tujuan yang sama dalam memperjuangkan keadilan.
“Kami berkumpul bukan hanya untuk menjalankan rapat rutin, tetapi juga menunjukkan bahwa kami tetap bersama. Tidak ada perpecahan seperti isu yang beredar,” tegas Hadi.
Tuan rumah Ruma Joko mengaku senang dapat menerima keluarga besar YLBH Garda Sakera. Ia berharap pertemuan tersebut semakin mempererat persaudaraan dan menjaga komunikasi antaranggota.

Sementara itu, penasihat YLBH Garda Sakera, Mujiono MD, mengatakan perbedaan pendapat merupakan hal wajar dalam sebuah organisasi. Menurutnya, perbedaan justru dapat menjadi bagian dari proses berpikir dan pendewasaan selama tetap mengedepankan kepentingan bersama.
“Kita adalah satu keluarga besar. Perbedaan pendapat itu biasa, tetapi kita tetap memiliki satu visi dan perjuangan,” ujarnya.
Rapat bulanan tersebut juga menjadi momentum konsolidasi untuk meningkatkan profesionalitas dan tanggung jawab organisasi. Para anggota berkomitmen menjaga kekompakan serta meningkatkan kualitas pendampingan hukum.
YLBH Garda Sakera menegaskan akan tetap fokus pada pengabdian dan perjuangan memberikan pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan keadilan.(Bowo)















Leave a Reply